Berita Indonesia hari ini
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Di sebuah kampung di Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, seorang petani berusia 80 tahun berhasil membuktikan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berinovasi.
Abah Sarnuh memanfaatkan aliran air di sekitar rumahnya untuk menghasilkan listrik mandiri melalui pembangkit listrik tenaga air sederhana yang ia bangun sendiri secara otodidak hampir dua dekade lalu.
Pembangkit mini tersebut mulai dirakit pada 2007 dengan modal sekitar Rp3,2 juta yang digunakan untuk membeli dinamo, kabel, dan material pembuatan kincir air.
Hasilnya, listrik yang dihasilkan tak hanya mampu memenuhi kebutuhan rumahnya sendiri, tetapi juga pernah digunakan untuk menerangi sejumlah rumah warga di sekitarnya serta menghidupkan perangkat elektronik seperti televisi.
“Dulu listriknya bahkan bisa dipakai hingga sekitar 10 rumah,” ujar Abah Sarnuh. Ide membangun pembangkit listrik mandiri itu muncul karena biaya pemasangan listrik dan kebutuhan kabel menuju lokasi rumahnya dinilai cukup besar pada saat itu.
Hingga kini, meski usia peralatan yang digunakan mulai memengaruhi kinerjanya dan lampu kerap berkedip, Abah Sarnuh tetap menjalani aktivitasnya sebagai petani sambil menjadi bukti bahwa kreativitas dan ketekunan dapat melahirkan solusi dari potensi alam yang ada di sekitar.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar